Wednesday, 9 April 2014

LEGENDARIS NO STOP LOSS - JESSE LEVER MORE | Kisah Sukses


Jesse Livermore, seorang legendaris spekulan di abad 20 awal sekitar thn 1900-1930an. Kenapa si Jesse Livermore membuka pembicaraan kali ini? Ya jawabannya karna kisah hidup Jesse Livermore yang dari pekerja cupu2 sampai akhirnya sangat kaya dan berakhir tragis bunuh diri sangat lah perlu disimak untuk yang ingin lebih mengerti bidang trading. 

Dan pada faktanya kesalahan si Jesse Livermore sebenarnya adalah dia telah tau segala teknik untuk menang tapi dia tidak menguasai hal yang paling dasar yaitu management resiko kehilangan duit. 

DIA TIDAK MEMAKAI STOPLOSS, Sehingga pas terjadi crash dia kalah telak dan sangat terpukul sehingga akhirnya SUICIDE

Memang bidangnya Jesse Livermore saham / stock tapi sama saja dengan FOREX secara garis besar nya sama-sama tetap di bidang trading, spekulasi, investasi juga. 

Banyak buku-buku maupun english seputar forex, saham, investasi tapi mereka terlalu teoritis rata-rata dan terlalu teknikal, dan kebanyakan trader forex sukses, menyadari teknikal dan indicator atau apalah itu cuma lah penunjuk arah seperti saat kita melihat langit biru di atas, tiba2 warna langit berubah menjadi lebih gelap itu berarti hari udah mulai malam? mau turun hujan? 

Begitu juga indicator, atau moving averages dan sebagainya hanyalah menunjukan ciri-ciri tapi bukan lah kepastian, karena yang pasti di dunia ini kita pasti mati :) hehe Tapi tentu saja kalo diandaikan kita bertaruh / spekulasi / invest anggap kita bertaruh sama teman kita di saat langit terlihat mau hujan. Andai kata taruhan nya 1:10 yang pegang hujan dapat 1000 yang pegang tidak hujan mendapat 10000 tentu saja sebagusnya kita memegang hujan biarpun cuma 1000.

Tapi andai kata kalo 1:100/1:1000 di saat terlihat begitu meyakinkan akan turun hujan tapi taruhan tidak jadi hujan begitu menarik, apakah pilihan anda ? 

Manusia normal dan yang berhati-hati pun akan melirik:100 dan : 1000 nya karna kalo turun hujan kamu dapat hanya 1000, tapi kalo tidak jadi turun hujan harus bayar 1000000, 1000000 wow sudah terasa resikonya. 

Sebenarnya yang paling aman tetaplah harus megang pasti hujan, dikarnakan kita dah melihat pola-pola dan ciri-ciri mau hujan buat apa kita sok pintar dan berspekulan yang mungkin hasilnya berlipat ganda, tapi peluang menangnya kecil? 

Seandainya di balik taruhannya menjadi 10000:1000 terlihat langit mau hujan tapi kita mempertaruhkan tidak hujan senilai 10000 untuk mendapatkan 1000, bagaimana pendapat anda ?

Bukankah konyol mempertaruhkan disesuatu yang peluang kalahnya besar dan keuntungan yang diraih tidak seberapa? 

Andai kata taruhannya hari ini hujan dan untuk beberapa menit/jam terlihat hujan terus, lalu taruhannya apakah akan hujan terus dalam 1-2 jam ke depan, dan apakah akan tidak hujan dalam 1 jam ke depan atau 2 jam ke depan. 

Kalo imbalan dari taruhan tersebut besar seperti > 1:5 mungkin ok pantas dipertaruhkan, tapi kalo imbalannya seperti 100:10 atau bahkan 500:10?

Ilustrasikan saya pasang tidak hujan di musim hujan, yang jelas-jelas hujan dan kalo ternyata tidak hujan saya hanya menang 100000 dan kalo hujan saya kalah 5 jt? Apakah pantas? Kesimpulannya kalo kita mau melawan gejala-gejala hujan atau istilahnya trend.

Mungkin perlu di pertimbangkan seberapa hasilnya dari taruhan, apakah pantas bertaruh untuk mengejar keuntungan kecil dengan kerugian tanpa batas (no Stop loss )

Jadikanlah pengalaman orang lain menjadi pengalaman mu lihatlah faktanya kesalahan si Jesse Livermore sebenarnya adalah dia telah tau segala teknik untuk menang tapi dia tidak menguasai hal yang paling dasar yaitu management resiko kehilangan duit.

1 comment: